- Distribusi Rata-Rata
Misalkan kita mempunyai sebuah populasi berkukuran terhingga N dengan parameter rata-
rata µ dan simpangan baku σ. Dari populasi ini diambil secara acak berukuran n. Jika
sampling dilakukan tanpa pengembalian, kita tahu semuanya ada
(
)
buah sampel yang berlainan. Untuk semua sampel yang didapat, masing-masing dihitung rata-ratanya. Dengan demikian diperoleh
(
)
buah rata-rata. Anggap semua rata-rata ini sebagai data baru, jadi didapat kumpulan data yang terdiri atas rata-rata dari sampel-sampel. Dari kumpulan ini kita dapat menghitung rata-rata dan simpangan bakunya. Jadi didapat rata-rata daripada rata-rata, diberi simbol
(baca: mu indeks eks garis), dan simpangan baku daripada rata-rata, diberi simbol
(baca: sigma indeks eks garis). Beberapa notasi : n : ukuran sampel N : ukuran populasi
x
: rata-
rata sampel μ : rata
-rata populasi s : standar dev
iasi sampel σ : standar deviasi populasi μ
x
: rata-rata antar semua sampel
σ
x
: standar deviasi antar semua sampel = standard error = galat baku
- Pengambilan Sample Pada Distribusi NormalPengambilan sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau Tidak TerbatasDalam desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.Pengambilan Sampel Cara Probabilitas Kompleks atau TerbatasEfisiensi ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:Pengambilan Sampel SistematisPengambilan sampel sistematis adalah kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.Pengambilan Sampel Acak BerstrataPengambilan sampel acak berstrata melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.Stratifikasi merupakan desain pengambilan sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.Pengambilan Sampel KlasterKelompok atau kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster yang dipilih secara acak.Unit biaya pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.Pengambilan Sampel AreaDesain pengambilan sampel area merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat dilakukan.Pengambilan Sampel DobelDesain pengambilan sampel dobel adalah desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara lebih dalam.- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2012/05/pengambilan-sampel.html#sthash.hsifjUc9.dpuf
Pengambilan
sampel yang dilakukan berulang dari populasi yang berdistribusi normal memiliki
cirri sebagai berikut.
1.
Kesalahan baku (SE) lebih kecil
dibandingkan dengan simpangan baku (deviasi standar) populasi nya
2.
Makin besar sampel makin kecil kesalahan
baku (SE)
- Pengambilan Sample Pada Distribusi Tidak Normal
Untuk mengetahui
bentuk distribusi sampel pada populasi tidak berdistribusi normal akan di
berikan contoh sebagai berikut :
Contoh soal :
Disuatu rumah
sakit terdapat 5 orang penderita TBC yang dirawat. Populasi hanya terdiri dari
5 orang sangat jauh dari normal
Diketahui bahwa
kelima penderita tersebut mempunyai berat penyakit yang sama dan dengan
pengobatan yang sama, tetapi dengan kesembuhan yang berbeda seperti terlihat
pada tabel
Distribusi waktu
kesembuhan
|
Penderita
|
Waktu
kesembuhan (dalam bulan)
|
|
A
|
3
|
|
B
|
3
|
|
C
|
7
|
|
D
|
9
|
|
E
|
14
|
|
|
=36
|
Rata-rata = 36/5
= 7,2
Bila dari 5
orang penderita TBC tersebut kita ambil sampel sebanyak 3 orang maka akan di
peroleh sejumlah permutasi sebagai berikut.
|
Permutasi
|
Jumlah
kesembuhan
|
Rata-rata
|
|
ABC
|
3+3+7
|
4
1/3
|
|
ACD
|
3+7+9
|
6
1/3
|
|
ACE
|
3+7+14
|
8,0
|
|
ADE
|
3+9+14
|
8
2/3
|
|
ABD
|
3+3+9
|
5,0
|
|
ABE
|
3+3+14
|
6
2/3
|
|
BCD
|
3+7+9
|
6
1/3
|
|
BCE
|
3+7+14
|
8,0
|
|
BDE
|
3+9+14
|
8
2/3
|
|
CDE
|
7+9+14
|
10,0
|
Dari
hasil perhitungan di atas ternyata pengambilan sampel pada populasi yang tidak
berdistribusi normal akan menghasilkan rata-rata sampel yang sama dengan
rata-rata populasi
µ
= µ
Dari
berbagai percobaan yang telah dilakukan ternyata bila jumlah sampel ditambah
sedikit saja maka akan menghasilkan distribusi rata-rata yang mendekati
distribusi normal.
- Distribusi Proporsi
Bila pengambilan
sampel dilakukan berulang dan masing-masing sampel dihitung proporsinya maka
akan diperoleh nilai proporsi yang berbeda-beda. Nilai-nilai tersebut dapat
disusun menjadi distribusi yang disebut disribusi
proporsi. Rata-rata proporsi populasi sama dengan p dan kesalahan baku
proporsi sama dengan akar pq dibagi n.
σprop = √ pq/n
Rumus
diatas berlaku bila fraksi sampel x/n
lebih kecil dari 5% atau bila populasi
tak terhingga dengan sampel yang relatif kecil dibandingkan populasi. Bila
fraksi sampel lebih besar dari 5%
atau populasi terbatas maka rumus di atas harus dikalikan dengan faktor
perkalian seperti pada distribusi rata-rata hingga rumus kesalahan baku
proporsi menjadi sebagai berikut.
Rumus
: σprop = (√ pq/n) x (√
N-n/n-1)
Semua
rumus diatas berlaku bila sampel lebih besar atau sama dengan 30 karena dengan
sampel sebesar itu terjadi pendekatan ke distribusi normal hingga semua
ketentuan untuk distribusi normal dapat digunakan. Jika sampel kurang dari 30
maka kurva akan menjauhi distribusi normal sehingga perlu dilakukan perhitungan
nilai Z. Nilai Z dapat diperoleh dengan transformasi sebagai berikut.
(x/n) - p
- Distribusi Selisih Rata-Rata
Bila
kita mempunyai dua populasi sebesar
dengan standart deviasi σ₁
dan σ₂.
Dari kedua populasi tersebut diambil sampel secara independen masing-masing n₁
dan n₂
yang dilakukan berulang-ulang.
Dari kedua populasi tersebut akan
diukur ciri-ciri tertentu yang sama misalnya rata-rata µ₁ dan µ₂
. pengukuran dilakukan melalui sampel-sampel yang dihasilkan yaitu
₁ dan
₂
Rata –rata sampel yang diambil dari
populasi pertama dan kedua masing-masing disusun menjadi distribusi rata-rata
dan standar deviasinya. Kemudian rata-rata tersebut dihitung selisihnya maka
akan diperoleh selisih rata-rata dengan rumus sbb:
µ‹
-
₂ › = µ₁ - µ₂
σ‹
-
₂ › =√(
+
)
Bila
jumlah sampel cukup besar maka distribusi sampel akan mendekati distribusi
normal
Z =
Contoh
: Rata-rata tinggi mahasiswa laki-laki 163 cm simpangan bakunya 5.2 cm,
sedangkan tinggi mahasiswa perempuan rata-rata 152 cm dan simpangan bakunya 4.9
cm. dari kedua klpk diambil sampel acak secara independen berukuran sama
sejumlah 140 orang. Berapa peluang rata-rata tinggi mahasiswa laki-laki paling
sedikit 10 cm lebihnya dari rata-rata tinggi mahasiswa perempuan.
Penyelesaian
Ditanya
peluang
–
paling sedikit 10 cm
µ₁=µx₁=163
cm µ₂=µx₂=152 cm σ₁=σx₁= 5.2 cm σ₂=σx₂=4.9 cm
n₁=
n₂
=140 maka µ
₁-
₂ = (163-152)cm = 11 cm
σ
₁-
₂ =
(5.2 x 5.2) + (4.9 x 4.9) =
0.6083 cm
Z = 10 –11 = -1.66
0.6083
Luas
daerah normal baku = 0.5 + 0.4515 = 0.9515 Peluang = 0.9515.
- Distribusi Selisih Proporsi
Distribusi
selisih proporsi sejalan dengan distribusi
selisih rata-rata. Bila besar dua populasi N₁ dan N₂
yang berdistribusi binominal memliki event yang sama X₁ dan X₂
maka proporsi event tersebu adalah X₁/N₁ = P₁ dan X₂/N₂
= P₂
Pada
kedua populasi diambil sampel secara independent, n₁ dan n₂
yang masing-masing terdapat event x₁ dan x₂ sehingga
diperoleh proporsi x₁/n₁ =
₁ dan x₂/n₂
=
₂. Selisih kedua proporsi adalah p₁
- p₂.
Bila
pengambilan sampel dilakukan berulang maka akan dihasilkan sekumpulan proporsi
sampel dari kedua populasi yang hasilnya berbeda sehingga masing-masing dapat
disusun menjadi distribusi sampel proporsi. Bila dihitung selisih masing-masing
proporsi maka akan dihasilkan distribusi selisih proporsi. Dari distribusi
selisih proporsi dapat dihitung rata-rata dan standar deviasinya sbb:
Bila
besarnya sampel yang diambil dari kedua populasi sama atau lebih besar dari 30
maka distribusi binominal akan mendekati distribusi normal sehingga digunakan
rumus :
Z=

Contoh
: Diperkirakan bahwa penderita diare didaerah A sebesar 5% dan didaerah
B sebesar 4,5% dari kedua daerah tersebut diambil sampel secara independen
masing-masing sebesar 100 orang. Berapa besar probabilitas antara daerah A dan
B jika perbedaan paling banyak 0.7%
Penyelesaian
:
p₁ = 0.05 p₂
= 0.45
q₁
= 0.950 q₂ = 0.955
= 0.03
Z =
(0.07-0.005)/0.03 = 0.07
Probabilitas
perbedaan antara daerah A dan B paling banyak 0.7% = 0.5 + 0.0279 = 0.5279.
Pengambilan
sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.
Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau
Tidak Terbatas
Dalam
desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal
sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki
peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Pengambilan Sampel Cara Probabilitas
Kompleks atau Terbatas
Efisiensi
ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran
sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara
probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima
desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:
Pengambilan Sampel Sistematis
Pengambilan sampel sistematis adalah
kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.
Pengambilan Sampel Acak Berstrata
Pengambilan sampel acak berstrata
melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan
acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok
saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.
Stratifikasi merupakan desain pengambilan
sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak
informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.
Pengambilan Sampel Klaster
Kelompok atau
kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota
kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika
beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas
interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok
idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster
yang dipilih secara acak.
Unit biaya
pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel
secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung
lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas
yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks
organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat
dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.
Pengambilan Sampel Area
Desain pengambilan sampel area
merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi
dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat
dilakukan.
Pengambilan Sampel Dobel
Desain pengambilan sampel dobel adalah
desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam
penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian
subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara
lebih dalam.
- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2012/05/pengambilan-sampel.html#sthash.hsifjUc9.dpuf
Pengambilan
sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.
Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau
Tidak Terbatas
Dalam
desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal
sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki
peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Pengambilan Sampel Cara Probabilitas
Kompleks atau Terbatas
Efisiensi
ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran
sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara
probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima
desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:
Pengambilan Sampel Sistematis
Pengambilan sampel sistematis adalah
kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.
Pengambilan Sampel Acak Berstrata
Pengambilan sampel acak berstrata
melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan
acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok
saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.
Stratifikasi merupakan desain pengambilan
sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak
informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.
Pengambilan Sampel Klaster
Kelompok atau
kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota
kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika
beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas
interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok
idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster
yang dipilih secara acak.
Unit biaya
pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel
secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung
lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas
yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks
organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat
dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.
Pengambilan Sampel Area
Desain pengambilan sampel area
merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi
dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat
dilakukan.
Pengambilan Sampel Dobel
Desain pengambilan sampel dobel adalah
desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam
penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian
subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara
lebih dalam.
- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2012/05/pengambilan-sampel.html#sthash.hsifjUc9.dpuf
Pengambilan
sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.
Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau
Tidak Terbatas
Dalam
desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal
sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki
peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Pengambilan Sampel Cara Probabilitas
Kompleks atau Terbatas
Efisiensi
ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran
sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara
probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima
desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:
Pengambilan Sampel Sistematis
Pengambilan sampel sistematis adalah
kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.
Pengambilan Sampel Acak Berstrata
Pengambilan sampel acak berstrata
melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan
acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok
saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.
Stratifikasi merupakan desain pengambilan
sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak
informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.
Pengambilan Sampel Klaster
Kelompok atau
kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota
kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika
beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas
interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok
idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster
yang dipilih secara acak.
Unit biaya
pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel
secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung
lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas
yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks
organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat
dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.
Pengambilan Sampel Area
Desain pengambilan sampel area
merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi
dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat
dilakukan.
Pengambilan Sampel Dobel
Desain pengambilan sampel dobel adalah
desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam
penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian
subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara
lebih dalam.
- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2012/05/pengambilan-sampel.html#sthash.hsifjUc9.dpuf
Pengambilan
sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.
Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau
Tidak Terbatas
Dalam
desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal
sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki
peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Pengambilan Sampel Cara Probabilitas
Kompleks atau Terbatas
Efisiensi
ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran
sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara
probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima
desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:
Pengambilan Sampel Sistematis
Pengambilan sampel sistematis adalah
kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.
Pengambilan Sampel Acak Berstrata
Pengambilan sampel acak berstrata
melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan
acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok
saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.
Stratifikasi merupakan desain pengambilan
sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak
informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.
Pengambilan Sampel Klaster
Kelompok atau
kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota
kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika
beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas
interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok
idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster
yang dipilih secara acak.
Unit biaya
pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel
secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung
lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas
yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks
organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat
dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.
Pengambilan Sampel Area
Desain pengambilan sampel area
merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi
dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat
dilakukan.
Pengambilan Sampel Dobel
Desain pengambilan sampel dobel adalah
desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam
penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian
subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara
lebih dalam.
- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2012/05/pengambilan-sampel.html#sthash.hsifjUc9.dpuf
Pengambilan
sampel cara probabilitas dapat bersifat tidak terbatas atau terbatas.
Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau
Tidak Terbatas
Dalam
desain pengambilan sampel cara probabilitas tidak terbatas, yang lebih dikenal
sebagai pengambilan sampel acak sederhana, tiap elemen populasi memiliki
peluang yang diketahui dan sama untuk terpilih sebagai subjek.
Pengambilan Sampel Cara Probabilitas
Kompleks atau Terbatas
Efisiensi
ditingkatkan dalam hal lebih banyak informasi yang dapat diperoleh untuk ukuran
sampel tertentu yang menggunakan beberapa prosedur pengambilan sampel cara
probabilitas kompleks dibanding desain pengambilan sampel acak sederhana. Lima
desain pengambilan sampel cara probabilitas kimpleks yang paling lazim adalah:
Pengambilan Sampel Sistematis
Pengambilan sampel sistematis adalah
kemungkinan bias sistematis yang menyusup ke dalam sampel.
Pengambilan Sampel Acak Berstrata
Pengambilan sampel acak berstrata
melibatkan proses stratifikasi atau segregasi yang diikuti dengan pemilihan
acak subjek dari setiap strata. Populasi terlebih dulu dibagi ke dalam kelompok
saling eksklusif yang relevan, tepat, dan berarti dalam konteks studi.
Stratifikasi merupakan desain pengambilan
sampel penelitian yang efisien; yaitu, hal tersebut menyediakan lebih banyak
informasi dengan ukuran sampel yang diberikan.
Pengambilan Sampel Klaster
Kelompok atau
kumpulan elemen yang secara ideal akan memiliki heterogenitas di antara anggota
kelompok, dipilih untuk penelitian dalam pengambilan sampel klaster. Jika
beberapa kelompok dengan heterogenitas intra kelompok dan homogenitas
interkelompok ditemukan, maka pengambilan sampel acak klaster atau kelompok
idealnya bisa dilakukan dan informasi diperoleh dari tiap anggota dalam klaster
yang dipilih secara acak.
Unit biaya
pengambilan sampel klaster jauh lebih rendah daripada desain pengambilan sampel
secara probabilitas lainnya. Tetapi, pengambilan sampel klaster mengandung
lebih banyak bias dan merupakan desain pengambilan sampel cara probabilitas
yang paling sedikit generalisasinya, karena kebanyakan klaster dalam konteks
organisasi tidak mengandung elemen heterogen. Pengambilan sampel klaster dapat
dilakukan dengan satu tahap dan multitahap.
Pengambilan Sampel Area
Desain pengambilan sampel area
merupakan klaster geografis. Yaitu, jika penelitian berkaitan dengan populasi
dalam area geografis yang dapat diidentifikasi pengambilan sampel area daat
dilakukan.
Pengambilan Sampel Dobel
Desain pengambilan sampel dobel adalah
desain pengambilan sampel di mana pada awalnya sebuah sampel digunakan dalam
penelitian untuk mengumpulkan sejumlah informasi pendahuluan dan kemudian
subsampel dari sampel pertama tadi dipalai untuk mengungkap sesuatu secara
lebih dalam.
- See more at: http://markdebie.blogspot.com/2012/05/pengambilan-sampel.html#sthash.hsifjUc9.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar